Peluang Gerakan Mahasiswa Mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi

oleh: Eni Nurbaiti, Kepala Biro Kesekretariatan KAMMI Komisariat IAIN Walisongo, Alumnus Dauroh Jurnalisme Pergerakan KAMMI Unnes Angkatan ke-1 Tahun 2012
Dengan kekuatan yang dimiliki mahasiswa berupa semangat dalam menyuarakan dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran serta keberanian dalam menentang segala bentuk ketidakadilan, mahasiswa menempati posisi yang penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.[1]
Sungguh ironis jika mahasiswa hanya memprioritaskan kuliah saja tanpa memberikan kontribusi untuk tanah air tercinta. Mengakui cinta tanah air tapi hanya berpangku tangan dan bertopang dagu. Berpendidikan tinggi hanya untuk mendapat gelar dan memperkaya diri tanpa memperkarya yang lainnya. Jika kebanyakan mahasiswa berpikir demikian, maka sama saja dengan menjajah negara sendiri. Diam ketika melihat ketidakadilan merajalela ini akan melemahkan dirinya sendiri. Hal tersebut akan mempermudah para pelaku tindak kejahatan berekspresi. Akankah mahasiswa terus diam tanpa melakukan pergerakan dan perubahan?
Tanah air Indonesia merupakan negara yang penuh dengan kekayaan alamnya. Bukankah dengan demikian Indonesia seharusnya makmur sejahtera? Tapi, antonimnyalah yang terjadi saat ini. Tindak korupsi yang tak terbendung akan menggerogoti cita-cita bangsa menuju negara yang sejahtera. Untuk itu, pemberantasan dan pencegahan korupsi harus terus direalisasikan. Dan tugas ini tidak hanya dilakukan oleh pihak yang berwajib saja melainkan harus ada kerja sama dengan pihak-pihak lain. Mahasiswa dan masyarakat pun turut serta di dalamnya.
Mahasiswa dengan segala potensi yang dimilikinya, mampu menggerakkan dirinya untuk memberikan contoh yang baik dalam memerangi korupsi. Mahasiswa pun berkemampuan untuk mengajak masyarakat untuk  membasmi ketidakadilan, termasuk korupsi. Selain itu, mahasiswa juga dapat menghimbau kepada pemerintah untuk tetap menegakkan keadilan dan berpihak kepada rakyatnya.
Berbicara tentang pemberantasan korupsi, tidak akan terlepas dari hal-hal yang menyebabkan tindak korupsi. Dengan mengetahuinya, maka akan mempermudah dalam memberi solusi. Jika penyebabnya karena kemiskinan, maka pemerintah bisa menyediakan lapangan kerja khusus untuk rakyat yang tidak mampu. Jika karena kemerosotan moral, maka perlu adanya pendidikan berkarakter yang berhubungan dengan anti korupsi. Hal inipun, bisa dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat awam tentang bagaimana pencegahan dan pemberantasannya. Akan lebih baik jika diadakan seminar tentang bedah Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Karena hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui undang-undang tersebut. Dan harapannya, tujuan pembuatan undang-undang tersebut dapat tercapai dan terlaksana sesuai dengan prosedurnya.
Teruntuk saudara setanah air, Tanah Air Indonesia, tak banyak memang dari kita yang menyadari tentang itu semua. Tapi, jika direnungi akibat dari tindak korupsi ini sangatlah memprihatinkan. Tak inginkah negara kita terbebas dari korupsi? Tak inginkah Indonesia damai sejahtera? Bukankah itu impian bangsa Indonesia pada masa penjajahan? Lalu apa yang akan dipersembahkan untuk generasi masa depan setelah Indonesia mengakui kemerdakaannya? Kesengsaraan atau kesejahteraan?

[1]Tri Utami, Tanggung Jawab Mahasiswa dalam Mencegah Perilaku Korupsi di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s